Rabu, 04 Maret 2015

Kenapa Harus Dia yang Jaraknya Lebih dari 5 Km?


Arrrgh!! Siapa yang tak sedih, siapa yang tak galau, siapa yang tak menangis, jika apa yang sudah kalian genggam lalu hancur lebur berantakan. Tak menyatu lagi. Tak sama lagi. Kalian yang mendengar curahan hati seseorang yang sedang sedih karena ditinggal seorang yang sangat dicintai, dikagumi, diharapkan, yang selalu menjadi inspirasi, selalu menjadi motivasi itu hilang kalian hanya bisa bilang "Sabar yah".

Aku tau, aku harus sabar menghadapinya tapi, aku juga butuh saran untuk menggenggam erat seseorang yang selalu beri aku motivasi untuk apapun. Aku rindu, rindu diberi sajak sepagi ini kala sang mentari ingin terbit.

Rasanya, terasa sia - sia jika ingin melupakan nya begitu saja, karena aku selalu ingat apa yang dia bicarakan dari awal hingga terakhir kali nya ia bicara 'aku sudah tidak ingin menjadi temanmu lagi cay'.

Apalagi yang harus aku lakukan? Menemui mu? Andai ditempat mu berdiri sekarang ini hanya 5 km aku akan temui mu sekarang juga aku akan berangkat. come on, aku tidak pernah mengemis-mengemis cinta seperti ini.



aku rindu sajak, senja, dan lelucon kamu. MLR.

I Know This Is Not The Real Me

Sebenarnya aku sudah bosan dan muak
membicarakan cinta.
Bagiku cinta sudah tidak ada artinya lagi,
cinta sudah tak bertuan lagi,
dan tak tau kemana ia akan pergi lagi.

Tapi..
Cinta, ia datang saat sepasang kedua bola mata ini
memandang cinta baru yang dulu aku fikir
tidak akan ada lagi artinya,
sudah tidak lagi bertuan dan sudah tak
tau lagi kemana ia akan pergi.

ah..
aku sudah berharap,
aku sudah menjilat ludahku sendiri.
aku sudah.. jatuh cinta? ah mana mungkin
aku jatuh cinta.
setau ku, aku tidak begitu gampang mencintai seseorang
apalagi secepat ini.

kurang dari 3 bulan aku berkenalan,
sudah mencintai seseorang?
I know this is not the real me.