"..aku wanita yang mencintaimu dengan tulus.
aku wanita yang menyayangimu dengan sepenuh hati.
aku wanita yang selalu ingin bersamamu dalam suka maupun duka.
aku wanita yang tidak pernah memandang buruk/elok rupmu, miskin/kaya hartamu,
kekurangan/kelebihan pada dirimu, pintar/bodoh pemikiranmu.
aku wanita yang hanya butuh hatimu, dan cintamu kepada agamamu.
aku ingin menjadi wanita sejauh dan kemanapun kamu melangkah akulah yang akan menjadi rumah terbaik dalam hidupmu.."
Dari kalimat diatas entah mengapa saat wanita yang sedang beranjak dewasa itu membacanya dengan senja akan terasa ingin mengeluarkan air mata. Tapi, saat ia membaca saat matahari akan menyinari sinarnya dengan sangat cerah, ia begitu bersemangat seakan - akan kalimat itu mendorongnya agar menjadi wanita yang dapat pria yang bukan siapa - siapanya itu, untuk selalu pulang kepada sang wanita kemanapun ia melangkah pergi, menjadi alasan pria itu untuk tersenyum, menjadi alasan untuk pria itu tetap bersemangat karena ia ingat bahwa ada wanita yang sedang menunggunya dirumah kecil ini.
Hey! Dia bukan siapa - siapa wanita ini, tapi mengapa ia begitu enggan dan berharap bahwa sang pria akan bersamanya selamanya "apakah kamu akan melakukan ini kepadaku, padahal kau mengerti bagaimana perasaan ku saat ini. aku tidak mencintaimu sekarang."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar